Untuk keperluan cetak, kita tidak bisa menggunakan ukuran tepat dengan hasil akhir. Kita perlu menambahkan bleed yaitu area di luar luar kertas. Bleed ini berfungsi mencegah agar tidak muncul garis putih kosong di salah satu sisi hasil desain kita.
Untuk menambah bleed, klik Image > Canvas Size. Aktifkan relative dan isikan 1 cm untuk width dan height. Perintah ini akan memperbesar ukuran kanvas 1 cm ke semua arah atau 0,5 cm ke setiap sisi. Daerah 0,5 cm ini akan menjadi bleed. Pihak percetakan akan memotong hasil cetak kurang lebih tepat pada area guide.
Langkah 4: Memberi Sedikit Tekstur
Ambil
tekstur grunge dan turunkan opacity layer ke 20%.
Langkah 5
Ambil lagi
tekstur kain. Simpan di atas tekstur sebelumnya. Ubah blend mode ke Multiply untuk mempertahankan bagian gelapnya.
Langkah 6
Tahan Alt lalu klik ikon Add Layer Mask untuk menyembunyikan tekstur. Pilih warna depan putih dan lukis mask dengan brush beropacity rendah. Anda bisa melihat mask yang saya buat di bawah. Selanjutnya turunkan opacity tekstur ke 50% untuk menjaganya tetap minimal.
Langkah 7
Sekarang saya akan menambahkan tekstur grid. Kita mulai dengan membuat polanya. Buat file baru dengan ukuran 33 x 33 px, background transparan.
Langkah 8
Dengan tool marquee persegi, seleksi 2 pixel di sisi kanan dan 2 pixel di sisi bawah. Isi dengan hitam.
Langkah 9
Simpan gambar sebagai pola. Klik Edit > Define Pattern.
Langkah 10
Kembali ke kartu nama, buat layer baru. Klik Edit > Fill. Pilih Use: Pattern dan pilih pola grid yang tadi kita buat. Klik OK, Turunkan opacity layer ke 50%.
Langkah 11
Mirip dengan Langkah 6, Alt-klik ikon Add Layer Mask. Lukis dengan warna putih dan brush ber-opacity rendah.
Langkah 12
Sebelum menambahkan teks, kita perlu membuat jarak antara teks dengan sis luar kartu nama. Ini mencegah agar teks tidak seperti mau keluar dari kertas. Sekali lagi buat guide sekitar 1 cm dari sisi luar kanvas.
Langkah 13: Desain Belakang
Kita akan mulai membuat bagian belakang kartu nama yang berisikan informasi nama saya dan sebuah poligon. Buat group layer baru dan beri nama
Belakang. Semua elemen berikutnya akan disimpan dalam group layer ini.
Aktifkan tool pen dan buat shape poligon seperti di bawah. Saya menggunakan warna #302003 karena warna ini memang cukup dominan di header situs.
Langkah 14
Tambahkan nama dan kontak yang diinginkan. Untuk nama saya menggunakan font Bauhaus sesuai dengan jenis font dalam teks
DESAIN di header. Warna teks yang digunakan diambil dari warna latar. Ini memberi kesan seolah poligon berlubang dan memberinya lebih banyak kontras. Siapa pun yang melihat desain ini, pasti dia akan langsung melihat nama saya baru kemudian detail info di bawahnya.
Untuk kontak saya pilih courier new sesuai dengan teks
Digital di header. Warnanya disamakan dengan warna poligon. Tergantung kebutuhan, Anda mungkin ingin menambahkan data lain seperti nomor telepon atau fax.
Langkah 15: Desain Depan
Bagian belakang sudah selesai. Kita lanjutkan dengan mendesain bagian depannya. Buat group layer baru dengan nama
Depan. Gandakan poligon dari desain belakang lalu geser ke sisi kiri kartu nama. Ini memberi kesan seolah-olah poligon ini menyambung ke bagian belakang kartu nama. Inilah yang kita namakan kesinambungan desain.
Langkah 16
Ambil
header DesainDigital lalu simpan di tengah-tengah kanvas.
Langkah 17: Menyembunyikan Bleed
Saat ini, ukuran kanvas yang kita lihat sudah termasuk dengan bleed. Bleed akan dibuang, jadi ada baiknya kita sedikit bekerja ekstra. Kita akan membuat layer untuk menyembunyikan bleed secara sementara.
Aktifkan tool marquee persegi lalu seleksi bagian kanvas sesuai dengan ukuran akhir. Balikkan seleksi dengan menekan Ctrl + Shift + I. Buat layer baru dan isi dengan putih.
Sekarang kita bisa melihat hasil akhir desain yang akan kita peroleh. Perhatikan bahwa layer ini hanya untuk membantu kita melihat hasil akhir. Layer ini tidak diperlukan dalam proses cetak.
Langkah 18: Menyiapkan File untuk Percetakan
Saat ini kita bekerja dengan mode RGB untuk memaksimalkan fungsi Photoshop. Percetakan bekerja dengan mode yang berbeda, CMYK. Klik Image > Mode > CMYK. Kita akan diberi pilihan untuk
flatten image, yaitu meratakan semua layer. Klik Don’t Flatten untuk mempertahankan semua informasi layer.
Langkah 19
Percetakan belum tentu memiliki Photoshop. Kewajiban kita untuk menyediakan file yang bisa mereka kenali. Pilihan terbaik adalah TIFF. Sebelumnya simpan dulu file dalam format PSD untuk backup. Jika ada perubahan, kita bisa kembalike file ini.
Untuk keperluan ini, kita perlu membuat dua file TIFF. Satu untuk desain depan dan satu lagi untuk desain belakang. Untuk menyimpan file TIFF desain depan, aktifkan group layer
Depan dan sembunyikan group layer
Belakang. Klik File > Save As dan pilih TIFF. Kosongkan pilihan Layer untuk meratakan semua layer dan klik Save. Di pilihan compression pilih LZW. LZW adalah tipe kompresi
lossless, yaitu bisa memperkecil ukuran data tanpa mengubah pixel sehingga kualitas gambar tidak berkurang. Jangan pilih JPEG, karena ini adalah kompresi
lossy, artinya mengurangi ukuran data dengan mengubah pixel. Tipe kompresi ZIP juga tidak disarankan karena tidak didukung semua software.
Ulangi proses ini untuk membuat file belakang.
Hasil Akhir
Setelah selesai, kita tinggal membawa kedua file TIFF ke percetakan. Jangan lupa, jelaskan padanya bahwa kita sudah menyiapkan bleed 0,5 cm di semua sisi. Bayar uang muka. Tunggu beberapa hari dan inilah hasilnya.
Dari tutorial ini saya harap Anda belajar banyak hal, seperti penggunaan bleed dalam proses cetak, mengubah mode warna, dan menambah subtle texture. Semoga Anda menyukainya.
Link Download
Download File PSD
0 komentar:
Posting Komentar